Rabu, 11 Maret 2026
PILIH TAAT ATAU MELAWAN?
Mazmur 81
Pengantar
Bagi kita yang sudah menjadi orang tua, tentu hati menjadi sedih jika anak-anak tidak taat pada arahan yang diberikan. Sebaliknya, jika mereka taat, hati terasa lega. Demikian pula dalam ketaatan pada Tuhan. Ia menghendaki anak-anak-Nya untuk hidup taat, bukan melawan kebenaran atau didikan yang sedang diajarkan.
Pemahaman
• Ayat 9-10 : Apa perintah yang Allah berikan bagi umat-Nya?
• Ayat 12-13 : Bagaimana respons umat terhadap perintah Allah?
• Ayat 14-17 : Apa berkat bagi orang yang taat pada Tuhan?
Mazmur 81 diciptakan untuk merayakan perayaan Pondok Daun. Melalui Mazmur ini, umat diingatkan kembali tentang ketetapan hukum Allah, sehingga mereka perlu hidup dalam ketaatan. Pemazmur mengawali bagian ini dengan sebuah ajakan untuk bersorak-sorai memuji Allah (ayat 2). Hal ini dilakukan sebagai suatu peringatan atas pembebasan yang dilakukan Allah bagi umat (ayat 6-8). Pemazmur berharap bahwa nyanyian ini bukan sekadar ritual, melainkan lahir dari rasa syukur atas semua kebaikan Allah bagi umat. Lebih lanjut, pemazmur juga mengingatkan kembali bahwa Allah menghendaki umat untuk tetap menyembah kepada-Nya, bukan menyembah berhala (ayat 10). Namun sungguh disayangkan, sebab umat berulang kali berpaling dari Tuhan dengan melawan ketetapan-ketetapan yang diberikan (ayat 12). Allah membiarkan mereka, bukan berarti Ia tidak peduli atau tidak mengasihi, melainkan karena mereka berkeras hati dan menolak perintah Tuhan (ayat 13). Lain halnya jika mereka sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan. Tuhan pasti membela dan memberikan kemenangan atas para musuh, serta menyatakan pemeliharaan-Nya agar kebutuhan jasmani umat tetap dapat tercukupi (ayat 14-17).
Refleksi
Adakah “berhala” dalam diri saudara yang membuat saudara belum sepenuhnya hidup taat kepada Tuhan? Bagaimanakah perjuangan saudara dalam menyingkirkan “berhala” tersebut? Apakah saudara bersedia makin dipertajam melalui Firman Tuhan dan hidup benar seturut kehendak-Nya?
Tekadku
Tuhan, ingatkanku selalu akan pertolongan-Mu. Jagalah hatiku agar selalu tunduk pada kehendak-Mu dalam segala yang aku lakukan.
Tindakanku
Aku mau belajar kembali meluangkan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, bukan berfokus pada kesenangan atau kesibukan diri sendiri.
