Jumat, 12 Juni 2026
Dengan Apa Akan Kubalas?
Mazmur 116:1-2; 12-19
Pengantar
Seorang pria pernah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Setelah menjalani perawatan panjang dan akhirnya pulih, banyak orang bertanya, “Apa yang paling ingin kamu lakukan sekarang?” Ia menjawab sederhana, “Saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan rasa syukur, karena saya sadar hidup saya adalah anugerah”.
Pernahkah kita mengalami pertolongan Tuhan yang membuat kita berkata, “Kalau bukan Tuhan yang menolong, saya tidak tahu bagaimana akhirnya?”.
Pemahaman
Ayat 1-2 : Mengapa pemazmur mengasihi Tuhan?
Ayat 12-19 : Bagaimana respons pemazmur terhadap pertolongan Tuhan?
Mazmur 116 ini lahir dari pengalaman nyata seseorang yang pernah berada dalam kondisi yang menyesakkan. Pada ayat 1-2, pemazmur berkata bahwa ia mengasihi Tuhan karena Tuhan mendengar seruannya. Ketika menyatakan hal ini, Pemazmur bukan sekadar tahu tentang Tuhan, melainkan ada pengalaman pribadi bersama Tuhan. Hal ini tampak dalam kesaksiannya, bahwa ketika ia berseru, Tuhan tidak menutup telinga-Nya dan ketika ia berada dalam kesulitan, Tuhan hadir dan menolongnya.
Karena itulah, pada ayat 12, pemazmur mengajukan pertanyaan yang sangat indah: ” Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? ” Pertanyaan ini lahir dari sebuah kesadaran bahwa pertolongan Tuhan begitu besar sehingga tidak mungkin dibayar dengan apa pun. Lalu apa yang dilakukan pemazmur? Ia mengangkat “piala keselamatan”, menyerukan nama Tuhan, membayar nazarnya, dan memuji Tuhan di tengah umat-Nya. Semua tindakan ini menunjukkan sebuah respon yang dipenuhi ucapan syukur, yakni kehidupan yang terus mengingat akan keselamatan yang diberikan Tuhan, hidup yang menyembah, dan taat kepada-Nya.
Mazmur ini mengingatkan kita bahwa hidup yang diisi dengan terus-menerus mengingat pertolongan Tuhan adalah hidup yang senantiasa bersyukur. Sering kali kita baru mengingat Tuhan ketika menghadapi masalah. Namun setelah pertolongan datang, kita kembali sibuk dengan hidup kita. Mengisi hari-hari kita dengan mengingat pertolongan Tuhan akan membawa kita pada hati yang mengasihi dan memuliakan Tuhan.
Refleksi
Cobalah mengingat kembali satu peristiwa dalam hidup Anda ketika Tuhan menolong Anda. Mungkin saat sakit, mengalami kesulitan ekonomi, pergumulan keluarga, atau saat menghadapi ketidakpastian masa depan. Bayangkan kembali momen ketika Anda berdoa dengan air mata dan Tuhan membuka jalan yang sebelumnya tidak terlihat. Rasakan kembali kelegaan dan sukacita yang Anda alami saat melihat pertolongan-Nya.
Hari ini, jangan hanya mengingat masalah yang belum selesai. Ingat juga berbagai pertolongan yang telah Tuhan kerjakan. Tuhan yang dahulu mendengar seruan Anda adalah Tuhan yang sama yang masih bekerja hari ini.
Tekadku
Tuhan, aku bersyukur atas setiap pertolongan-Mu dalam hidupku. Ajarlah aku untuk mengisi hari-hariku dengan kebaikan-Mu, sehingga aku senantiasa hidup dalam kasih, syukur, serta ketaatan kepada-Mu setiap hari.
Tindakanku
Mulai hari ini saya akan mengingat dan menuliskan tiga pertolongan Tuhan yang pernah saya alami setiap hari dan mengucapkan syukur secara khusus kepada Tuhan.
