Yesus sang penebus dosa

*SELASA, 20 JANUARI 2026* *YESUS, SANG PENEBUS DOSA**Ibrani 10:1-4, 10**Pengantar*Setiap orang menjalani kehidupan dan akan dikenal oleh orang-orang lain melalui ciri khas identitasnya. Orang dapat dikenali secara tampilan fisik, juga dikenali secara tampilan perilaku. Salah satu fungsi hidup beriman adalah agar setiap orang mampu memahami pentingnya hidup dalam perilaku yang baik dan benar, searah dengan teladan Kristus, sehingga di tengah keseharian akan dikenali melalui perilaku yang mencerminkan Kristus. Inilah salah satu tujuan dari penulisan Surat Ibrani kepada umat yang pada masa itu sedang bergumul dengan identitas hidup berimannya. Demikian juga dengan kita saat ini, kita hidup dalam identitas hidup beriman yang dapat dikenali oleh orang lain melalui cara berpikir, berpendapat, serta bertindak dalam keseharian kita.*Pemahaman*Ayat 1-2 : Apa maksud dari melakukan Hukum Taurat dan pengorbanan domba?Ayat 3-4 : Bagaimana Surat Ibrani menjelaskan keselamatan dari Yesus?Ayat 10 : Bagaimana menghidupi kekudusan sebagai identitas atas penebusan dosa?Surat Ibrani adalah surat yang dituliskan kepada orang-orang percaya, yaitu kedua belas suku yang ada di perantauan karena mereka hidup tidak lagi berada di dekat wilayah Bait Allah namun tersebar ke seluruh wilayah kekuasaan Romawi. Dalam dinamika hidup keseharian, mereka berjumpa dengan orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Apalagi, mereka juga cukup dekat dengan kehidupan orang-orang Yahudi yang lebih mengutamakan tindakan melakukan Hukum Taurat dan pengorbanan hewan domba sebagai upaya untuk menebus dosa manusia. Kenyataan lainnya adalah ternyata orang-orang percaya di tengah kehidupan yang penuh dengan tekanan pada masa itu, mereka tidak otomatis jauh dari dosa. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang pada akhirnya tidak mampu menghidupi identitas sebagai orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus. Mereka terjerumus masuk ke dalam dosa oleh karena pemahaman tentang penebusan dosa yang tidak lengkap dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar mereka. Surat Ibrani menjelaskan kepada mereka bahwa hidup dalam Yesus Kristus itu berarti hidup yang mengerti bahwa penebusan dosa tidak dilakukan secara transaksional, sehingga jaminan keselamatan bukan didapatkan melalui upaya manusia untuk melakukan Hukum Taurat dan mempersembahkan hewan domba dan darah domba sebagai kurban persembahan, namun sejak kehadiran Yesus Kristus di tengah dunia, pelayanan-Nya, pengurbanan serta kebangkitan-Nya, itulah yang menyelamatkan manusia. Jadi, bukan karena upaya manusia maka manusia mendapatkan keselamatan, namun karena karya keselamatan Allah Bapa melalui Yesus Kristus, itulah yang menyelamatkan.Oleh karena itu, Surat Ibrani mempertegas bahwa upaya untuk menghidupi keselamatan bukan lagi dengan merasa tidak berdosa hanya karena sudah melakukan Hukum Taurat, namun menghidupi keselamatan melalui Yesus Kristus, Sang Penebus Dosa yang sesungguhnya. Sebab, hidup orang percaya telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus (ay. 10). Karena itu, mereka diajak untuk hidup di dalam kekudusan. Hidup umat yang pada dasarnya memang sudah dikuduskan, semakin jelas ketika Yesus hadir di tengah dunia karena Allah Bapa tahu bahwa manusia tidak mungkin dapat mengalahkan dosa dengan kekuatan sendiri.*Refleksi*Yesus, Sang Penebus Dosa selalu memperhatikan kehidupan kita dan selalu berupaya agar kita tidak terus-menerus terjebak dalam dosa. Kita diajak untuk merespons kebaikan Tuhan Yesus melalui pembaruan identitas hidup kita, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Hidup dalam kekudusan bukan berarti kita berusaha menjadi orang yang paling suci di antara yang lainnya. Namun, hidup dalam kekudusan sebagai umat yang sudah ditebus dosanya oleh Yesus adalah hidup dengan menghayati ketidaksanggupan kita dalam mengatasi dosa. Hidup dalam kekudusan juga berarti hidup sepenuhnya di dalam Yesus yang sudah dan akan selalu menyucikan kita dari dosa. Karena itu, kita belajar untuk sepenuhnya menyerahkan segala kelemahan kita akan dosa kepada Yesus, agar Dia terus menolong kita menjadi pribadi yang semakin benar di mata-Nya. *Tekadku*Tuhan, Engkaulah penebus kami. Mampukanlah kami hidup dalam identitas umat-Mu yang tidak terpengaruh pada dosa-dosa yang ada di sekitar kami.*Tindakanku*Saya akan menjadikan hidup dalam kekudusan-Nya sebagai identitas baru, karena Yesus telah menebus saya dari dosa.

This entry was posted in RENUNGAN and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *