Rabu, 28 Januari 2026
DIPANGGIL UNTUK HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG
Efesus 5 : 5 – 14
PENGANTAR
Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi pada malam hari adalah tidak berfungsinya lampu penerangan di jalan raya dan lampu pada kendaraan itu sendiri. Mengapa demikian? Dalam kondisi gelap, dalam perjalanan sungguh sangat membahayakan keselamatan. Demikian juga dengan perjalanan hidup manusia di dunia ini, kita perlu penerangan (Terang) yang menuntun arah perjalanan hidup kita agar tidak salah jalan (tersesat) bahkan dalam keadaan bahaya.
Kita patut bersyukur kepada Allah, di dalam Tuhan kita Yesus Kristus yang hadir dan berkarya di dunia sebagai Terang dunia yang menerangi hidup kita sebagai umat percaya. Sehingga kita yang percaya kepada-Nya disebut sebagai anak-anak Terang. Namun sebagai anak-anak terang justru kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang.
PEMAHAMAN
- Apa yang dimaksud rasul Paulus bahwa dahulu kita adalah kegelapan ? (ayat 5 – 8a)
- Apa makna pernyataan rasul Paulus yang menyatakan bahwa ‘tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan’, namun kemudian dilanjutkan dengan kalimat, ‘Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang’. (ayat 8b)
- Apa saja tanggung jawab kita sebagai anak-anak terang ? (ayat 9-14)
Efesus 5 : 8, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang”.
Rasul Paulus mengucapkan kalimat ini sebagai nasehat kepada jemaat Efesus juga kepada kita, untuk mengingatkan bahwa:
Yang pertama : Bahwa Jati diri jemaat Efesus (kita) sebelum mengenal Kristus, mereka memiliki kehidupan yang sama dengan orang-orang Efesus yang lain, yang tidak hidup dalam kebenaran Allah tetapi mereka berada dalam kegelapan hidup. Dulu mereka hidup dalam kondisi spiritual yang penuh dosa, ketidaktahuan, terpisah dari Allah. Sehingga perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan adalah perbuatan kegelapan yang penuh dengan kejahatan, yang bertentangan dengan kebenaran Allah, maka perbuatan yang dihasilkan adalah perbuatan kegelapan.
Kedua : Mengingatkan Jati diri (Identitas) jemaat Efesus (juga kita) yang baru. Rasul Paulus bukan saja berbicara tentang masa lalu jemaat Efesus, tetapi rasul Paulus juga mengingatkan Jati diri jemaat Efesus setelah mereka mengenal dan percaya kepada Kristus. Mereka bukan lagi kegelapan tetapi mereka adalah terang di dalam Tuhan. Disini mereka mengalami transformasi dari kegelapan dosa menjadi kehidupan baru di dalam Kristus, dengan identitas baru sebagai anak-anak terang. Identitas baru ini menuntut mereka untuk hidup sesuai dengan kebenaran, Sebagai anak-anak terang maka mereka tidak pantas lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang lalu, mereka harus menanggalkan kehidupan lama dan mengenakan kehidupan yang baru sebagai anak-anak terang.
Ketiga : Mengingatkan jemaat Efesus (juga kita), agar mereka dapat menjalani hidup dengan jati diri mereka yang baru, yaitu mereka dipanggil sebagai anak-anak terang. Terang Kristus yang tinggal dalam hati orang percaya harus terpancar dalam kehidupan orang percaya, melalui sikap hidup, dengan memancarkan kebaikan, menjadi teladan, memimpin orang lain dari kegelapan menuju terang melalui perkataan, sikap dan perbuatan baik, sehingga terang Kristus dapat menerangi kehidupan di sekitar kita.
REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Menjadi terang di dalam Tuhan berarti mengikuti jejak Yesus, yang memancarkan kasih, dan damai Kristus dalam kehidupan, serta memuliakan Tuhan. Apakah kita sudah menjadi terang bagi sesama?
TEKADKU
Ya Tuhan, saya bersyukur untuk karunia-Mu, yang menjadikanku sebagai anak-anak terang. Namun tolonglah kami agar mampu menjalani kehidupan sebagai anak-anak terang.
TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan menjadi terang melalui berbuat baik kepada orang lain yang belum percaya.
