Kebahagiaan orang benar

Jumat, 29 Agustus 2025
KEBAHAGIAAN ORANG BENAR
Mazmur 112:1-10

Pengantar
Hidup bahagia merupakan dambaan setiap orang. Entah itu bahagia karena memperoleh kedudukan atau pekerjaan yang diidam-idamkan, kesehatan tubuh, pasangan yang saling memahami satu sama lain, pendidikan yang layak, dan lain sebagainya. Sejatinya kebahagiaan itu bukan hanya dirasakan secara jasmani, namun juga dalam hal spiritual. Seseorang yang sungguh-sungguh hidup takut akan Tuhan, juga mengalami kebahagiaan yang berasal dari Tuhan.

Pemahaman
• Ayat 2-9 : Apa sajakah kebahagiaan yang dinikmati oleh orang benar?
• Ayat 10 : Apa yang terjadi pada orang fasik ketika menyaksikan orang benar mengalami kebahagiaan dalam hidupnya?

Pemazmur mengungkapkan betapa berbahagianya orang benar, yakni mereka yang hidupnya takut akan Tuhan, serta berpegang teguh pada firman Tuhan (ayat 1). Keturunan orang benar akan hidup dengan pemeliharaan Tuhan (ayat 2-3). Hal ini terjadi berkat setiap taburan kebaikan yang dilakukan oleh orang benar. Meski keturunannya mengalami kelimpahan harta, namun tetap mempertahankan kesalehan hidup pada Tuhan. Selain itu, orang benar juga akan mendapatkan penghiburan dalam penderitaannya (ayat 4-5). Penderitaan memang tak luput dari hidupnya. Namun Allah menerangi kehidupan mereka, sehingga mereka diberikan hikmat untuk mengatur segala urusan kehidupannya. Bahkan dengan berbagai kebaikan yang dilakukannya tanpa pamrih, orang benar akan selalu dikenang dan mendapat kehormatan (ayat 6-9). Meskipun ada orang-orang yang tidak menyukainya dan berusaha menjatuhkannya, ia tetap teguh dan percaya pada Tuhan. Namun dibalik kebahagiaan orang benar, rupanya orang fasik mengalami kecemburuan atau kekesalan dalam hatinya (ayat 10). Mereka yang selalu berfokus pada keinginan duniawi, pada akhirnya mengalami kerapuhan, kebingungan, dan segala pengharapan telah lenyap. Dengan demikian, kita diingatkan bahwa Tuhan senantiasa memelihara dan membela perkara orang benar.

Refleksi
Betapa bahagianya hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan menikmati berkat pemeliharaan-Nya. Renungkanlah: apa yang saudara rasakan ketika Tuhan membela perkara hidup saudara? Apa tantangan yang saudara dan keluarga hadapi untuk mewujudnyatakan hidup benar di hadapan Tuhan?

Tekad
Tuhan, aku bersyukur atas perlindungan-Mu. Berikanku keberanian untuk tetap menyuarakan kebenaran. Berikanku hikmat agar dimampukan menjadi teladan iman bagi keluarga.

Tindakan
Aku mau menjadi teladan iman bagi keluarga, agar mereka makin hidup takut akan Tuhan.

Posted in RENUNGAN | Tagged | Leave a comment